Saturday, January 9, 2010

Dibius Cinta


Bismillahirahmanirrahim...
Ini adalah post pertama saya dalam tahun 2010..Tahun baru,tempat belajar baru,bilik hostel baru,lecturers dan kawan2 baru tp tetap dengan azam yang lama iaitu ingin
terus menjadi yang terbaik dan lebih solehah.Tapi ini mesti direalisasikan dengan strategi baru memandangkan suasana yang sangat baru,strategi tak boleh sama lagi seperti di Melaka dulu.Kat Melaka dulu baru sedar nampaknya banyak 'kena suap'.Alahai..terlalu banyak jasa mereka di Melaka itu.Bak kata my 1st sister,tahulah nanti betapa tinggi ke rendah langit di Shah Alam.Aiseh...Tiba-tiba minda terimej dengan watak LINTANG dalam Laskar Pelangi.

Laskar Pelangi yang sarat dengan pengajaran, tidak hanya menyajikan sebuah kisah, namun tontonan yang menarik dengan pengajaran yang berharga tentang pentingnya pendidikan serta komitmen dengan janji dan impian untuk memberikan pendidikan yang terbaik. Ada juga kisah cinta monyetnya, termasuk unsur mistik dan INDAHNYA PERSAHABATAN.


Semangat Lintang yang tinggi untuk menempuh cita-citanya, untuk terus belajar meski sang buaya selalu menjadi penghalangnya, dan selalu berhasil dilewatinya.Mula-mula terbaca post bestie saya,Najwa mengenai LINTANG juga,she is inspired by him,just like me.Betul,saya telah lama 'dibius cinta' dengan watak LINTANG,seorang anak jati Belitong yang sangat Genius dan tegar tetapi tidak mempunyai rezeki.

Baik,sambung sedikit mengenai watak Lintang; Sayang, takdir berkata lain, sang Bapak yang menjadi tulang belakang keluarga hilang di tengah laut luas. Tugas dan tanggung jawab beralih sepenuhnya ke pundak Lintang. Saya jadi gerun apabila terfikir kalau takdir itu yang menimpa saya.Nauzubillah..

Memang kisah ini membuat saya tertawa dan juga menangis, yang paling sedihnya ketika Pak Harfan Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Gantong meninggal dunia, termasuk saat orang tua Lintang meninggal.

Ibu Muslimah sendiri dengan tekad dan semangat tetap menjalankan tugasnya sebagai seorang guru.Didalam hidup terkadang kita sering mengeluh, padahal ada orang lain yang lebih sulit dari diri kita.Di sini saya tergambar pengorbanan ibu bapa saya dalam membesarkan kami 9 beradik supaya menjadi manusia dan berusaha memberikan pendidikan terbaik.Saya akui,saya selalu mengeluh dalam melayari kehidupan ini sedangkan ibu bapa saya tidak pernah mengeluh. Betapa lemahnya diri ini sebenarnya.

Pesan yang paling mendalam dari Pak Harfan“Jangan Pernah Menyerah, Hiduplah Untuk Memberi Sebanyak-banyaknya bukan Menerima Sebanyak-banyaknya”.

Doakan saya selalu..saya hanya ingin sukses.Di dunia dan akhirat.Till then, Salam inspirasi people!

No comments:

Post a Comment

Comment! Coz i'll learn from yours:)

LinkWithin

Blog Widget by LinkWithin