Assalamualaikum fellas..
Staying at home rasa dah macamanak tunggal pula since sekolah dah buka semula ni. Sangat buhsan, adik tempat cari gaduh dah balik hostel, kiddos pun sekolah, sists and bros semua kerja. haa.. memang anak tunggal!
Sebab itu ini mau cerita hal kena pula pukau dengan ANDREA HIRATA >.<
Im done with dua novel satu buku Padang Bulan+Cinta Dalam Gelas. Macam biasa; terkena sihir kalimat-kalimat Andrea Hirata yang luar biasa tu. Lepas baca satu, nak baca lagi satu, lepas tu mozek baru dan lagi, page demi page.. sampai habis.
Staying at home rasa dah macam
Sebab itu ini mau cerita hal kena pula pukau dengan ANDREA HIRATA >.<
Im done with dua novel satu buku Padang Bulan+Cinta Dalam Gelas. Macam biasa; terkena sihir kalimat-kalimat Andrea Hirata yang luar biasa tu. Lepas baca satu, nak baca lagi satu, lepas tu mozek baru dan lagi, page demi page.. sampai habis.
Padang Bulan+Cinta Dalam Gelas, macam tetralogi LASKAR PELANGI, Abang Kerinting ni mengambil cerita dari kampung halamannya di Belitong. Tentang kebiasaan orang-orang Melayu di warung kopi, bicara itu-ini, menjelek-jelekkan pemerintah. Tentang jenis kopi, etc, etc..
Abang Genius ni suka description yang sangat tinggi analogi dia tau, contoh; KOPI MISKIN: kopi tanpa gula untuk konsumsi orang miskin karena harga gula pasir di Belitong mahal. "Kopi miskin adalah kopi pahit, sepahit-pahitnya, seperti nasib pembelinya,"
Sang Paman yang buat saya semput nak gelak ni pula secara diam-diam menyuruh Ikal,[Andrea] yang bekerja di warung kopi paman, menambahkan sedikit gula. Agar kopi miskin tadi tidak terlalu pahit. Eh, pembeli tak suka hal itu. Maka, Ikal pun menemukan pelajaran moral nombor 22:
Abang Genius ni suka description yang sangat tinggi analogi dia tau, contoh; KOPI MISKIN: kopi tanpa gula untuk konsumsi orang miskin karena harga gula pasir di Belitong mahal. "Kopi miskin adalah kopi pahit, sepahit-pahitnya, seperti nasib pembelinya,"
Sang Paman yang buat saya semput nak gelak ni pula secara diam-diam menyuruh Ikal,[Andrea] yang bekerja di warung kopi paman, menambahkan sedikit gula. Agar kopi miskin tadi tidak terlalu pahit. Eh, pembeli tak suka hal itu. Maka, Ikal pun menemukan pelajaran moral nombor 22:
Kemiskinan susah diberantas karena pelakunya senang menjadi miskin!
Abang Andrea so unique came with fresh jokes, he's so humorous! Buat saya lelah nak gelak sampai kena berhenti beberapa saat sebab ketawa sambil pegang perut! Lagi-lagi dengan watak Jose Rizal dan si Paman! Tapi kagum tak sudah la dengan si super duper genius Lintang.. Alahai Lintang..
Membaca enam karyas Andrea Hirata, tak syak lagi dia memang writer yang super genius! Coolio! Dia type yang mampu menjelaskan konsep-konsep rumit dalam bahasa sederhana. Mampu menghadirkan novel yang dahsyat hanya dengan childhood stories dan pengalaman orang-orang sederhana di Belitong. Kadang-kadang sangat menginsafkan! Macam kisah si Lintang dan Enong a.k.a Maryamah,perempuan yang tak tahu makna putus asa!
Andrea Hirata is bringing the phenomena! Tak pernah kata dirinya sastrawan, novelis, atau budayawan, tapi dia dah gegarkan sastera Indonesia dengan enam novel sekaligus yang bikin saya sendiri tercengang kagum lah abang..

l.o.l ! ina...!
ReplyDeleteyela, betul2.. tapi tu maryamah lain, ni maryamah lain.. kui3..